Jumat, 21 Oktober 2011

WISATA KULINER KOTA TEGAL



PETA KOTA TEGAL

sedikit penjelasan tentang "asyiknya wisata kuliner kota tegal"
Quote:
Kota Tegal yang terletak di jalur Pantai Utara Pulau Jawa (Pantura) di Provinsi Jawa Tengah, untuk sebagian masyarakat Indonesia, bisa jadi identik dengan Warung Tegal yang sering disingkat Warteg. Warung yang menyediakan nasi dan berbagai lauk pauk dengan harga terjangkau. Kelebihan lain, warteg mudah ditemukan di mana-mana dan banyak juga yang buka sampai malam, bahkan buka 24 jam.

Tegal sering pula diidentikkan dengan martabak telur maupun martabak manis. Walaupun konon martabak adalah makanan khas Melayu yang dipengaruhi budaya India, namun di Jakarta pembuat dan penjual martabak kebanyakan berasal dari Lebaksiu, sebuah kota kecil di Kabupaten Tegal.

Namun kalau kita ke kota itu, lebih dari sekadar warteg maupun penjual martabak yang dapat kita temukan. Tegal juga lebih dari sekadar tempat menjual telur asin dan bawang merah yang dihasilkan Brebes, kota yang tak jauh letaknya dari Tegal. Jadi, ayo kita berwisata kuliner ke Tegal.

Salah satu makanan khas kota itu adalah tahu goreng yang diberi adonan sagu. Ada banyak tempat yang menjual tahu semacam ini. Namun salah satu yang paling favorit adalah Tahu Murni Putra Natajaya yang terletak di Jalan Pangeran Diponegoro 78 dan Jalan AR Hakim 100, Tegal. Tahu buatan Nyonya Messih ini pernah meraih penghargaan Upakarti dari Pemerintah RI pada tahun 1995. Penghargaan itu diberikan atas jasanya mengembangkan tahu menjadi produk unggulan kota tersebut.

Tegal juga terkenal dengan makanan berbahan daging kambing yang disajikan dalam berbagai menu. Ada yang diracik menjadi sup kambing, sate, kambing guling, dan sebagainya. Keunikan daging kambing Tegal adalah pilihan dagingnya berasal dari kambing muda. Bagi yang berkendaraan dari Tegal ke arah kawasan wisata Guci, dapat melihat sebuah rumah makan yang diberi nama "Balibul". Ini adalah singkatan dari "bawah lima bulan", usia kambing yang dianggap paling enak dagingnya bila dijadikan makanan.

Bagi mereka yang takut penyakit darah tinggi atau kolesterol yang meninggi dan mengurangi makan daging kambing, ada juga pilihan lain tempat makan enak di Tegal yang menyajikan ayam bakar. Terletak tepat di tengah kota, di pojok Jalan A Yani, di situ dapat ditemukan warung ayam bakar Pa' Toyo. Ayam bakarnya sungguh gurih, dengan bumbu yang mirip bumbu sate ayam. Hanya dengan Rp 8.500 untuk sepotong ayam, Rp 1.500 untuk sepiring nasi putih, dan Rp 1.500 untuk segelas teh manis hangat, pengunjung sudah dapat menikmati makanan lezat yang mengenyangkan.

Di kota itu ada juga kawasan tempat jajan yang disebut Pokanjari alias Pondok Makan Jalan Teri. Di sepanjang jalan yang panjangnya sekitar 500 meter, dapat dijumpai berbagai warung yang menawarkan beragam menu masakan. Mulai dari aneka seafood, pepes ikan, ayam bakar, nasi lengko, sate kambing, sampai beragam kue sejenis jajanan pasar.

Bagi penikmat es buah, jangan melewatkan untuk datang ke rumah makan Sari Buah. Selain menyajikan sate ayam dan kambing, nasi lengko, kupat glabed, dan lainnya, di tempat itu tamu juga dapat menikmati kesegaran es kopyor. Bagi banyak orang, rasanya belum ke Tegal kalau belum mampir dan menikmati es kopyor di Sari Buah.

Masih banyak lagi tempat makan enak di kota itu. Misalnya rumah makan Nyonya Pan di dekat SMP Negeri 5 Tegal. Menu utama berupa nasi bogana dan nasi rames, banyak disukai pengunjung. Lalu ada juga kue pia buatan Nyonya Liao. Pia dengan beragam isi, mulai dari kacang hijau, cokelat, nanas, susu, dan lainnya, banyak dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan yang datang ke Tegal, untuk dibawa pulang dan dinikmati bersama keluarga di kota asal.

Wah, pokoknya memang asyik berwisata kuliner ke Tegal.



Spoiler for mari makan

1.Nasi Lengko (sega lengko)

Quote:
Sega lengko (nasi lengko dalam bahasa Indonesia) adalah makanan khas masyarakat pantai utara (Cirebon, Indramayu, Brebes, Tegal dan sekitarnya). Makanan khas yang sederhana ini sarat akan protein dan serat serta rendah kalori karena bahan-bahan yang digunakan adalah 100% non-hewani. Bahan-bahannya antara lain: nasi putih (panas-panas lebih baik), tempe goreng, tahu goreng, mentimun (mentah segar, dicacah), tauge (direbus), daun kucai (dipotong kecil-kecil), bawang goreng, bumbu kacang (seperti bumbu rujak, pedas atau tidak, tergantung selera), dan kecap manis. Dan, umumnya kecap manis yang dipergunakan adalah kecap manis encer, bukan yang kental. Disiramkan ke atas semua bahan.

Tempe dan tahu goreng dipotong-potong kecil dan diletakkan di atas sepiring nasi. Mentimun dicacah, lalu ditaburi pula di atasnya, juga toge rebus, serta disiram bumbu kacang di atasnya, dan potongan daun kucai, lalu diberi kecap secukupnya sampai kecoklatan, dan di taburi bawang goreng. Dan sekeping kerupuk aci yang putih, yang bundar atau kotak, menjadi kondimennya. Sebagian orang suka melumuri kerupuknya dengan kecap, sebelum mulai dimakan. Beberapa orang suka meminta nasi lengkonya diberi seujung sutil atau dua minyak yang dipakai untuk menggoreng tempe dan tahu.

Untuk menambah selera makan, biasanya makanan ini disajikan dengan ditambah 5 atau 10 tusuk sate kambing yang disajikan secara terpisah di piring lain.


2.Sate Kambing Muda Khas tegal



Quote:
Sate Tegal, sate dari daerah Tegal dan sekitarnya di Indonesia yang dibuat dari daging kambing atau jarang sekali domba muda, yang dipotong dadu (±1,5 - 2 cm) disusun pada tusuk sate dari bambu dikombinasikan dengan lemak (gajih) dan hati atau ginjal. Kemudian daging sate dibakar di atas bara arang kayu atau arang batok kelapa sampai matang (sebagian penggemar sangat menyukai sate yang dibakar setengah matang). Aroma yang ditimbulkan dari pembakaran sate ini berbau sangat khas. Cara membakar tidak perlu dicelup ke dalam kecap manis encer tapi apa ada saja alias polos. Kalau minta bakar polos di warung sate orang asal Yogya, cara ini sudah mendekati asli cara bakar di Tegal, daging kambing yang mungkin tidak sama seperti di Tegal. Sate Tegal biasa dihidangkan dengan bumbu sambal kecap yang terdiri dari kecap manis, cabai rawit, bawang merah dan tomat. Di Tegal sate dijual dengan satuan kodi (=20 tusuk sate).

Lebih tepat lagi dinamakan, Sate Kambing Tegal. Sesampai nama ini digunakan di Jakarta, berubah menjadi Sate Kambing Muda Tegal. Yang asli di Tegal tidak mau kalah, sekarang populer dengan nama Sate Kambing Balibul dari lereng gunung Slamet, daerah gunung Guci, sampai di kaki gunung daerah Slawi dan Adiwerna (Benjaran) serta juga di kota Tegal.[rujukan?]

Rahasia di balik predikat 'muda' dan 'balibul' tak lain tak bukan tergantung pada macam makanan si kambing dan cara penyiapan di dapur warung sate. Menurut yang tahu, makanan kambing ini diutamakan daun turi. Kadang-kadang kalau mau singgah ke bagian belakang restoran, bisa dijumpai daun pepaya digunakan sebagai alas meja untuk memotong-motong daging. Sari daun pepaya yang dinamakan papain ini mempunyai keunggulan mengempukkan daging. Juga penting untuk tidak menyentuh air setelah dipotong serta digantung diangin-angin sebelum dijadikan tusukan sate.

Sate Tegal kandungan kolesterolnya lumayan tinggi sehingga sebagian orang tidak dapat menikmatinya dengan leluasa. Sate Tegal biasa disantap dengan nasi putih yang pulen atau lontong dengan gulai kambing yang nikmat. Jika makan sate Tegal akan lebih enak jika memesan Teh Poci dengan gula batu khas Tegal pula.

Yang membedakan sate Tegal dengan sate daerah lainnya yaitu potongan daging yang relatif lebih besar dibandingkan dengan sate dari daerah lain. Dagingnya dipilih dari daging kambing dan domba yang masih muda, sehingga menghasilkan sate yang sangat empuk.


3.Kupad glebed





4.Teh Poci

Teh Poci yaitu teh diseduh dalam poci (cerek kecil) dari tanah liat dan ditambah dengan gula batu dan diminum panas-panas, minuman ini sangat disukai oleh masyarakat Tegal, Slawi, Pemalang, Brebes dan sekitarnya.

Ada istilah teh poci "WASGITEL" singkatan dari wangi, panas, sepet, legi, lan (dan) kentel (kental), yang artinya teh panas, manis, wangi beraroma bunga melati dan berwarna hitam pekat/kental.

Teh Poci biasanya menggunakan teh (hijau) melati yang mengeluarkan aroma yang khas, dan biasa disajikan dipagi atau sore / malam hari dengan ditemani makanan kecil. Poci yang digunakan untuk menyeduh teh poci biasanya bagian dalam pocinya tidak pernah dicuci tetapi cukup dibuang sisa tehnya saja. Hal ini dipercaya masyarakat Tegal kerak sisa teh tadi akan menambah cita rasa dan aroma teh poci menjadi semakin enak.

Di luar daerah Tegal teh poci dapat dijumpai di warteg (Warung Tegal). Perangkat minum teh poci yang asli adalah poci (cerek kecil) dan cangkir dari tanah liat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar